“Dan mulai sekarang, kamu berhenti dari pekerjaan terkutuk itu atau mama gak akan mengakui kamu sebagai anak mama lagi”, pintaku ketus. Randy hanya mengangguk lemah. Bokeb Tentu saja sebelumnya dengan pasrah, aku merelakan menjadi obyek demo alat-alat bantu sex milik Randy sebelum kembali mengulangi persetubuhan terlarang itu lagi. Tersenyum padaku, mendekatiku dan mencumbuku dengan mesra. “Ya…, mama?”, tanyanya. Sementara di sebuah kamar kos , Randy tengah menyaksikan layar laptopnya dengan mata nanar, sambil bermasturbasi menyaksikan foto-foto erotis tubuh molek ibunya tengah digangbang 4 pemuda rekan-rekannya. “Sempurna”, jawab Randy. Randy hanya mengangguk lemah. Setelah meyakinkan Randy benar-benar pindah kos-kosan, aku kembali ke Jakarta. Tubuhku terasa tanpa tenaga namun terus berontak, sampai kemudian si pemuda jahanam itu dengan tenaganya yang perkasa mengangkat tubuhku dan berusaha menindihku di atas ranjang.




















