Uangnya masih ada semua…” Jawabnya sambil menutup dompet.“Mas, masuk dulu yuk. Bokepindo Ku percepat genjotannya agar bisa cepat keluar, karena Sintapun terlihat sudah cukup lelah. Ada yang ilang apa enggak.”Ia menggeleng, “Enggak ada, Mas. Ayo di kamar aja. Ada perlu apa, Mas?”“Oh mbak yang namanya Sinta? Rupanya ia mencari kondom.“Kalau mau, kamu harus pake ini. Tubuhnya terkulai diatasku seketika itu juga. Aku pun meminum teh hangat yang diberikannya, terasa nikmat menghangatkan tubuhku.“Makasih banyak ya, Mas sudah ngembaliin dompet. Aku pun menarik tubuh Sinta agar kembali berdiri. “Ujan gak berenti-berenti. Usianya ternyata lebih muda 2 tahun dariku, dan alamatnya tidak jauh dari tempat ku berada. Uangnya masih ada semua…” Jawabnya sambil menutup dompet.“Mas, masuk dulu yuk. Ruang tamunya saja besar sekali dengan sofa kulit yang terlihat mahal.




















