Ah persetan.. Zleebbb…”“Zleebbb…” desahku panjang, aku tahu penis sepanjang 12 centi itu sdh merusak selaput daraku.Ditariknya lagi rudalnya, lantas dimasukannya lagi seirama dgn goyangan KM.Ciremai oleh ombak laut.“Zleebbb.. Bokep Thailand oooggghh.. yg penting tenggorokanku segar.“Kau berbaringlah di di situ,” pinta Kapten Jack sambil menunjuk tempat tidurnya yg ukurannnya tdk begitu besar. Tp apa lacur, tasku raib entah dimana, aku panik, aku berusaha mencari dan bertanya kepada Ibu tua dan anak laki-lakinya, tp mereka hanya menggelengkan kepala.“Mana tiketmu..” ujar seorang petugas sedikit menghardik.“Tas saya hilang, tiket dan uangku ada di situ..” jawabku dgn sedih.“Hah, bohong kamu, itu alasan kuno, bilang aja kamu tak membeli tiket, Ayo ikut kami ke atas,” bentak petugas yg bertampang sangar.Akhirnya aku dibawa ke dek atas dan dihadapkan kepada atasan petugas tiket tadi.“Oooooo..




















