Beberapa menit, Rysh kini menutup matanya dengan kain hitam. Bokeb Tubuhnya terasa lebih ringan, rasa geli saat pria itu meraba pahanya begitu menyenangkan.Luzia membuka mata saat Rysh berhenti mengecup bibirnya, ia bisa melihat iris mata pria itu dengan jelas. Rasanya memang sakit, tapi berubah menjadi kenikmatan saat Rysh menggoyangkan pinggangnya. Rysh belum juga kembali dan Lunax pergi entah kemana. Luzia tak tahu apa yang Rysh lakukan saat ini, yang pasti pria itu mempermainkannya dan menikmati ketidakberdayaannya.Setelah puas menuangkan susu di tubuh Luzia, Rysh bermain menggunakan tangannya. Silau, ruangan yang tadinya gelap gulita kini terang benderang.




















