Tubuh Mbah Sukmo mulai menegang. Bokep Montok Karena hasratnya yang sudah memuncak. ”Din, setelah dua orang ibu-anak itu, aku mau istirahat.” ujar Mbah Sukmo dari dalam kamar prakteknya setelah memberikan susuk pada seorang pasien. Ruang prakteknya yang dipenuhi oleh benda-benda pusaka, dan segenap wewangian kemenyan serta sesaji bagi iblis sesembahannya menambah keangkeran dukun berusia60 tahun dengan jambang lebat memenuhi wajahnya. Mamamu harus ditolong. “Sanggup,Mbah.” Sahut Lisa demi sang mama tercintanya. Apa saja akan saya lakukan untuk itu Mbah.” ujar Nyonya Restuwati tidak sabar. Mata sang dukun yang tadinya lelah sontak kembali berbinar.










