Syukurlah tol sepi. Kuraih jam weker itu untuk mematikannya. Bokep Montok kataku. Tuhan selalu tau yang terbaik untuk ciptaanNya. aku malah senang hahahah
seneng naik gunung, apa naikin aku? udah gapapa santai aja aku aja selow-selow aja tuh.. Walaupun ada api unggun di goa itu, namun kehangatannya tidak cukup untuk kami berdua. katanya sambil mengulurkan tangan padaku. Jadi aku hanya bisa duduk termenung dan membantu pekerjaan rumah.Mama mengetuk pintu kamarku. Senti demi senti kukecup kulitnya yang putih bersih. Tak berselang lama pintu gerbang sudah terlihat.Aku menawarkan Reni untuk mengantarnya pulang. Aku membaringkan tubuhnya. Tak kuasa menahannya aku bergegas memakai pakaian.Api mulai meredup, aku mengambil kembali beberapa tangkai akar dan dahan yang sepertinya masih basah di mulut goa. uangku ada sama mereka
apa mau disusul?




















