Aku termenung sejenak berjongkok di depan mesin ATM itu. Bokeb Kami keluar di jalan Sunda terus menuju Thamrin. Kisah anjing makan anjing lebih menarik bagiku. Matahari pagi begitu terik. Sebenarnya tidak ada apapun yang mengganggu pikiranku. Sebenarnya tidak ada apapun yang mengganggu pikiranku. Tanpa perhitungan.”
Senyumku berubah kecut. Gawat pikirku. Atau ia sekarang punya kepandaian mencopet?Tahu-tahu aku didudukkan di bangku kiri. Kepalaku sudah berat. Malah sebenarnya aku hanyalah Social Drinker yang hanya kebetulan agak terlalu social semalam. “Anyway, apa artinya aku ini. Tapi mengapa setiap ketemu dengannya aku selalu merasa membutuhkannya. Itu saja. Sampai-sampai sempat aku berpacaran dengan 2 wanita lain sekaligus ketika aku berpacaran dengannya.










