Kini saatnya.. Dina menggelengkan kepalanya perlahan. Bokep Jilbab/Hijab Aku harus pulang, kamu juga. Dina menggelengkan kepalanya perlahan. Dina tersentak dan memalingkan wajahnya. Rupanya awan berkumpul membentuk sebuah awan gelap besar. Eh Din.. Dilihatnya keluar. Matanya terasa panas. Saya mau keluar beli permen di sebelah halte itu.” Dina mengangguk pelan dan matanya menatap layar TV kecil penuh harap.Rudi keluar mobil sambil membawa remote lalu menyalakan VCD changer dari luar mobil dengan film yang sama ia tonton sebelum hujan tadi. Dina tak tahu apa yang dilakukan Rudi, tapi ia merasa ada sesuatu di dalam dirinya. Dengan mengumpat ia merapatkan reitsleting celananya kembali.Langit semakin gelap. “Ini buat kamu.” Dina menolak sambil terkaget- kaget.




















