Dengan hentakan kasar, orang itu membalikkan tubuhku sehingga tertelentang menghadapnya. Entah karena apa, hari ini bank tempatku bekerja terkena rush. Bokep Family Rasanya seperti langit runtuh menimpaku saat itu. Kemaluannya menyemprotkan cairan-cairan putih kental di dalam kewanitaanku. Sebagian berceceran di atas sprei sewaktu ia mengeluarkan kemaluannya, bercampur dengan darah yang mengalir dari dalam kewanitaanku, menandakan selaput daraku sudah robek olehnya. Ia hanya memandangi kewanitaanku yang belum banyak ditumbuhi bulu sambil menelan air liurnya. Aku merasakan rasa sakit yang hampir tak tertahankan lagi. Tampaklah pahaku yang putih dan mulus itu. Tapi aku tidak mampu berbuat apa-apa. Tangannya mulai meraba-raba buah dadaku yang berukuran cukup besar itu. Gue tidak pernah nganggap elu kakak gue. Tapi, “Plak!” Ia menampar pipiku dengan keras, membuat mataku berkunang-kunang. Tidak seperti remaja-remaja pada umumnya, aku




















