Malam harinya, setelah makan malam, rasanya aku mengantuk sekali, aku pun langsung tidur. Film Porno Namu terkadang sebaliknya aku yang menginap di rumahnya. Namu terkadang sebaliknya aku yang menginap di rumahnya. Tetapi aku terjaga sekitar pukul 12 malam, biasa, kebelet pipis. Arini kini sudah ganti posisi. Aku mencarinya hingga ke dapur, tetapi tetap tidak ada. Dan, astaga, Simon tengah menjilati betisku. “ Ini loh Rin… titipannya Mas Fahri, Kaset Porno… ”, ucapku sekenanya. Mella itu kenalan baruku, pemilik Salon Mella. Aku pun membiarkan Simon menjilati betisku, dan mataku kembali ke lubang pintu, melihat Arini dan Sanam. ”, ucapku kelelahan. Aku juga mendengar erangan Arini. Kemudian mendadak Simon berhenti beraksi,
“ Grrhhkk… ”, dia menggumam seperti marah padaku.




















