Ia melepaskan tangannya. Bokeb “Kamu bisa menikmatinya, selama kau mau,” kudengar ia berkata. Dengan gerakan yang mengesalkan, ia lalu mendorong tubuhku menjauh menggunakan kedua tangannya. Kulihat ia memandangku, masih dengan senyuman di bibirnya. Lalu tiba-tiba ia tertawa kecil. Akhirnya, dengan rasa nyeri di ujung, batang kemaluanku melesak. Kini keinginanku menjadi kenyataan. Aku yakin, aku takkan menjumpainya lagi. Bibirnya mengeluarkan suara erangan. “Hey !” seruku. Sudah sering kudengar tentang hal ini dari canda teman-temanku. Indra Lesmana? Tapi aku akan kembali.”
“Aku akan kembali,” bisiknya mengulang. Aku hendak menarik tubuhku saat ia meraih lenganku. Tak berapa lama kemudian, alunan instrumental Oriega mengalun. Tapi akhirnya, dengan memejamkan mata, kugerakkan pinggulku, maju dan mundur. Ia menghentakkan kepalanya ke belakang. Justeru bulu kudukku meremang.




















