Aku tidak berani membalas tatapan matanya. Bokeb “Tante mau kasih kado spesial buat kamu.” Aku jadi deg-degan. “Itu kado spesial dari Tante,” katanya lembut. Aku menelentang pasrah.“A..a..aku… tttakut, Tante…,” kataku ketika kurasakan Tante Ning mulai menyusup-nyusupkan batang penisku ke dalam lubang vaginanya yang basah. Tanpa menunggu komando dari Tante Ning, aku membimbing masuk batang kemaluanku pada liang vaginanya.Tapi Tante Ning masih sempat mengubah posisi. Ternyata itu memang disengaja oleh Tante Ning karena posisi begitu lebih menguntungkan aku. Sambil memandangi dia berjalan ke arahku, aku berpikir, “Ngapain dia tadi masuk kamar?” Aku menemukan jawabannya beberapa saat kemudian, ketika kelihatan olehku kedua puting susunya membayang di balik daster.




















