“Kaosnya udah dibungkus Dik..?”
“Eh.., udah Mbak.., kirain nggak beneran..”, jawabku menangkap isyaratnya. Bokepindo Malam ini kebetulan tidak ada “tamu penting” katanya. Lina hanya memiringkan sedikit kepalanya. Tepat jam setengah enam, Lina melangkah ke arah pintu setelah sebelumnya memagut bibirku cukup lama. Yah, padahal aku sudah sedikit berubah pikiran. Kemudian nampak seraut wajah cantik melongok kamarku.“306?”
“Masuk aja Mbak…”
Wanita cantik berumur sekitar 28 itu masuk. Dengan sedikit hentakan, kumasukkan penisku yang menyebabkan mata Lina mendelik, mulutnya terbuka tapi tak mampu berteriak. “Nova..”
“Lina..”
Tangan lembutnya menyambut tanganku yang mulai dingin.“Duduk dulu Mbak..”, kataku sok santai sambil melangkah ke arah kamar mandi. “Sabar Jul..”, begitulah kira-kira kata hatiku.Sekitar dua menit kemudian darahku sudah mengalir lebih tenang.




















