Yach, sedikitpun masih belum terbesit pikiran yang jorok di pikiran saya. Tak lama berselang, Tia pun keluar dari kamarnya. Bokep Rusia Walau sebenarnya hubungannku dengan Tia lebih dari sekedar teman. Setelah menonton, aku pun mengantar Tia pulang kerumahnya.2. kok nglamun….” ujar Tia membuyarkan pikiran jorokku. Namun Tia menutupnya dengan salah satu tangannya.“Jangan Pak, kan kotor.. Dari kejauhan, kulihat Tia sedang menunggu di depan Kantor Pos. Aku pun menghidupkan kendaraanku dan menjalankan mobilku ke arah kantor, diiringi lambaian tangan Tia yang seolah enggan dan berat melepaskanku.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Kontolku pun mulai keluar dan masuk secara perlahan di dalam memeknya. Bls..” itu bunyi pesan singkat Tia yang masuk di inbox handphoneku.Akhirnya kuputuskan untuk mengiyakan permintaan tolong Tia.




















