Dingin kota ini makin terasa. Bokep Jepang Aku kini mulai bingung. Dia punya usaha untuk hidup. Sehabis menikmati dunia, anak-anak itu berpencar lagi, termasuk anak laki-laki yang kembali ke dekat tiang lampu merah. Mereka mengeluarkan beberapa barang berupa bubuk yang lumayan kecil, menghirupnya sedikit, lalu tertawa-tawa. “Beli ini, Pak, beli ini, Bu,” kata anak laki-laki itu. Aku sudah terbiasa seperti ini. Sehabis menikmati dunia, anak-anak itu berpencar lagi, termasuk anak laki-laki yang kembali ke dekat tiang lampu merah. Astaga. Di dekat semak-semak, tak terlalu jauh dari tepi jalan, di tempat yang agak gelap. Tidak cukup lama, orang-orang sudah berkerumun ke arah anak itu. Aku tahu anak itu pasti bekerja di malam begini karena suatu keperluan yang mendesak, atau itu memang pekerjaannya demi membantu biaya sekolah.




















