Tapi itu semua sudah terjadi. Bokep SMA Dan setiap kali datang, selalu saja gadis itu yang menemaniku. Bahkan aku mulai berani meraba-raba dan meremas-remas pahanya. Aku mendengar dia mendesah kecil dan merintih tertahan. Aku benar-benar terkejut saat itu, dan tidak menyangka sama sekali, Reni tidak pernah mengatakannya sejak semula. Tentu saja aku sangat terkejut dengan keberaniannya yang kuanggap luar biasa ini.“Sendirian aja nih…, Omm..”, sapanya dengan senyuman menggoda.“Eh, iya..”, sahutku agak tergagap.“Perlu teman nggak..?” dia langsung menawarkan diri.Aku tidak bisa langsung menjawab. Dan itu terjadi tanpa dapat dicegah kembali. Aku menurut saja, dan berputar-putar mengelilingi kota Jakarta dengan kijang kreditan yang belum lunas.Entah kenapa, tiba-tiba aku punya pikiran untuk membawa gadis ini ke sebuah penginapan.




















