Kenapa tidak sejak awal aku keluar dari bilik ini saat mereka masuk pertama kali. “Ehm..ibu juga khan ngerti, namanya juga lelaki normal..ya suka juga” Wajahnya tampak memerah berkata begitu tapi aku melihatnya bagai gunung es yang mulai cair. Jav Sub Indo Siang itu pertemuan dengan Suplier berjalan dengan baik dan segalanya sesuai dengan rencana. Status sosial serta posisiku yang jauh lebih tinggi darinya membuat dia sangat menghormatiku hingga dengan mudah terintimidasi olehku. Ada empat bilik toilet di dalamnya. Gelar S1 UI dan S2 di sebuah perguruan tinggi di Australia sepertinya sangat menolongku mencapai posisi ini dalam waktu relatif cepat. Sejenak aku melirik ke kanan dan kulihat si peri baik tersenyum kepadaku.




















