Beberapa saat dia arahkan tangan kanannya ke pundak kirinya, digesernya tali BH-nya jatuh ke lengan. Bokeb ‘oohh..’, dari mulutku keluar kata tersebut.Dengan semangat aku mulai mendorong ke depan, menarik, mendorong, menarik terus menerus seiring dengan gerakanku. Gita tersenyum dan sedikit tertawa, aku tak tahu dia senang melihat punyaku atau menertawai punyaku? Aku masih diam dan setengah tidak percaya.Terus dia berkata,‘Kamu angkat tas-tas kita, aku yang check in.., OK?’. Sekarang posisinya seperti mau merangkak. Sedangkan aku hanya sanggup meremas sprei di kiri dan kananku dengan kedua tanganku.Gigi atas dan gigi bawahku sudah saling menekan, tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutku hanya suara nafasku saja yang terdengar.




















